Hal itu disampaikan oleh Netanyahu dalam sebuah video dari tempat karantinanya. Sejak Senin (14/12), ia melakukan karantina karena berkontak dengan seorang yang dinyatakan positif Covid-19.
"Pada Jumat, saya akan meninggalkan karantina dan pada Sabtu malam saya akan divaksinasi," kata Netanyahu, seperti dikutip
Sputnik, Kamis (17/12).
"Saya telah meminta untuk menjadi orang pertama yang divaksinasi untuk menjadi contoh dan untuk meyakinkan Anda bahwa Anda dapat dan harus divaksinasi," lanjutnya.
Netanyahu mengatakan, pemerintah telah menyediakan jutaan dosis vaksin untuk warga Israel pada akhir Januari.
Nantinya, semua pekerja garda terdepan, lansia, dan mereka yang termasuk dalam kelompok berisiko akan diprioritaskan mendapatkan vaksin.
Pekan lalu, Israel menerima tahap pertama dari 8 juta dosis vaksin untuk melawan Covid-19 yang diproduksi oleh raksasa farmasi Amerika, Pfizer dan perusahaan Jerman BioNTech.
Israel juga telah menyelesaikan kesepakatan dengan produsen lain, termasuk perusahaan AS Moderna, untuk calon vaksin lainnya.
Sejak dimulainya pandemi, Israel sudah melaporkan lebih dari 357 ribu kasus Covid-19 dengan sekitar 3.000 kematian.