Hal itu diungkap oleh salah seorang anggota misi dari Denmark, Thea Fischer pada Rabu (16/12).
Ia mengatakan, timnya akan pergi tepat setelah tahun baru untuk misi enam pekan, termasuk dua pekan karantina.
"Fase 1 seharusnya sudah selesai sekarang, sesuai dengan kerangka acuan, dan kami akan mendapatkan beberapa hasil. Jika itu bisa didapatkan saat kita datang ke China, itu akan luar biasa. Maka kita sudah berada pada fase 2," terangnya, seperti dikutip
Reuters.
Seorang ahli dari Organisasi Dunia untuk Kesehatan Hewan (OIE) yang akan ikut dalam tim mengatakan misi akan berlangsung secepatnya.
Sementara itu, jurubicara WHO Tarik Jasarevic mengatakan, tim internasional tengah mempersiapkan logistik untuk melakukan perjalanan ke China.
"Kami berharap tim bisa melakukan perjalanan pada Januari," ujarnya.
Seorang diplomat Barat mengatakan bahwa tim tersebut diperkirakan akan pergi pada awal Januari, menjelang pembukaan dewan eksekutif WHO pada 18 Januari.
"Ada tekanan kuat di China dan WHO," tambahnya.
Asal usul virus corona telah menjadi banyak persoalan sejak wabah berlangsung pada akhir 2019.
China melaporkan kasus pertama pneumonia yang tidak diketahui penyebabnya di Wuhan ke WHO pada 31 Desember dan menutup pasar tempat virus corona diyakini telah muncul.
Tim penyelidik yang dikirim ke China terdiri dari 12 hingga 15 ahli yang bertujuan memeriksa bukti, termasuk sampel manusia dan hewan yang dikumpulkan oleh para peneliti China.
Beberapa negara Barat telah menyuarakan keprihatinan atas keterlambatan pengiriman ahli internasional.
BERITA TERKAIT: