Mengutip pejabat senior pemerintahan yang tidak identifikasi namanya,
Axios melaporkan, Trump diperkirakan akan mengumumkan lebih banyak sanksi atau pembatasan perdagangan terhadap perusahaan-perusahaan, entitas, atau pejabat pemerintahan China atas pelanggaran hak asasi manusia atau ancaman terhadap keamanan nasional AS.
Jurubicara Dewan Keamanan Nasional, John Ullyot mengatakan, tindakan tersebut akan dibingkai sedemikian rupa sebagai "bunuh diri politik" untuk dibalik, tanpa adanya perubahan kebijakan besar oleh Beijing.
Dimuat
Bloomberg pada Senin (16/11), analis dari Raymond James Financial Inc., Ed Mils mengatakan, perusahaan jasa keuangan harus bersiap untuk berbagai kebijakan Trump yang mungkin akan sulit untuk dibatalkan di bawah pemerintahan presiden terpililh, Joe Biden.
Salah satunya adalah perintah eksekutif Trump pada Kamis (12/11) yang melarang investasi Amerika di sejumlah perusahaan China yang dimiliki atau dikendalikan oleh militer.
Perintah tersebut melarang perusahaan investasi dan dana pensiun untuk membeli dan menjual saham ke 20 perusahaan China.
Mereka adalah perusahaan yang ditunjuk oleh Pentagon karena memiliki hubungan militer pada Juni dan Agustus, serta akan diperluas.
BERITA TERKAIT: