Rasanya, Presiden Kuba, Miguel DÃaz-Canel, melihat peluang perbaikan hubungan itu.
Lewat akun Twitter miliknya, @@DiazCanelB, DÃaz-Canel, mengusyaratkan kemenangan Biden bermakna konstruktif bagi kedua negara.
"Kami menyadari bahwa dalam pemilihan presiden rakyat AS telah memilih jalan baru. Kami percaya pada kemungkinan hubungan bilateral yang konstruktif dan saling menghargai perbedaan," tulis DÃaz-Canel, Minggu (8/11).
Hubungan kedua negara mencapai titik nadir setelah Revolusi 1959 yang dimotori Fidel Castro dan Che Guevara menggulingkan rezim Fulgencio Batista yang merupakan skondan Amerika Serikat.
Hubungan kedua negara sempat mengalami musim semi di periode kedua pemerintahan Barack Hussein Obama dan Joe Biden.
Pada tanggal 1 Juli 2015, Amerika Serikat mengumumkan pembukaan kembali kedutaan mereka di Havana yang ditutup sejak Januari 1961. Di bulan yang sama, pada tanggal 20 Juli 2015, gedung yang sejak ditinggalkan AS dilindungi Kedutaan Swiss itu kembali berfungsi sebagai Kedubes AS.
Tetapi, tak lama setelah Donald Trump dilantik sebagai Presiden AS menggantikan Obama pada tahun 2017, hubungan kedua negara kembali memburuk. Amerika Serikat melancarkan sejumlah tuduhan dan menarik satu persatu diplomat mereka dari Havana. Sampai Juli 2018 hanya tersisa 10 diplomat saja.
BERITA TERKAIT: