Pasalnya, Lopez Obrador mengaku tidak akan memberikan ucapan selamat kepada Joe Biden, yang dinyatakan berhasil memenangkan pemilihan, selama gugatan dari kubu Trump terkait perhitungan suara belum rampung.
Dalam konferensi pers pada Sabtu (7/11), Lopez Obrador mengatakan pihaknya akan menunggu proses hukum dan pemilihan selesai sebelum memberikan ucapan selamat.
"Berkenaan dengan pemilihan AS, kami akan menunggu sampai semua masalah hukum diselesaikan," kata Lopez Obrador, mengutip
Reuters.
"Saya tidak bisa memberi selamat kepada satu kandidat atau yang lainnya. Saya ingin menunggu sampai proses pemilihan selesai," lanjut dia.
Biden dari Partai Demokrat dinyatakan menang setelah mendapatkan 20 suara elektoral di negara bagian Pennsylvania sehingga berhasil memenuhi ambang batas 270 suara Electoral College.
Di sisi lain, kubu Trump yang mengklaim adanya kecurangan telah mengajukan serangkaian gugatan hukum untuk menolak hasil pemilihan.
Para pejabat pemilihan di negara bagian seluruh negeri sendiri mengatakan tidak ada bukti penipuan yang signifikan. Para ahli hukum pun memperkirakan upaya Trump tidak akan berhasil.
Lopez Obrador yang berpengalaman dalam tuduhan kecurangan pemilu pada 2006 dan 2012 menggambarkan keputusan Trump untuk membawa hasil pemilihan ke ranah hukum sebagai tindakan bijak.
Ia mengatakan memiliki hubungan yang baik dengan Trump dan Biden.
Meskipun kebijakan Trump selama ini kerap menekannya, tetapi Lopez Obrador tampak berupaya untuk terus mentoleransi AS. Salah satunya ketika Trump berencana untuk membangun tembok pembatas guna menghentikan arus imigran dari Meksiko.
"Presiden Trump sangat menghormati kami," kata Lopez Obrador.
Keengganan Lopez Obrador untuk mengomentari hasil AS sangat berbeda dengan ucapan selamat yang diberikan kepada mantan Presiden Bolivia Evo Morales tahun lalu meskipun oposisi di sana mengklaim adanya penipuan dalam upaya pemilihan ulang.
Para pejabat Meksiko mengatakan keputusan itu lahir dari keinginan untuk tidak memprovokasi Trump saat dia tetap di Gedung Putih.
Biden sendiri baru akan dilantik pada 20 Januari 2021 sehingga Trump masih memiliki waktu untuk membuat serangkaian kebijakan
Meksiko adalah mitra dagang utama Amerika Serikat, dengan lebih dari 600 miliar dolar AS perdagangan dua arah setiap tahunnya. Hubungan bilateral dengan AS sejauh ini adalah yang paling penting bagi Meksiko.
BERITA TERKAIT: