Partai Republik sepertinya sudah paham dengan realita yang ada bahwa jalan kemenangan mereka hanya terletak pada tuntutan hukum dan permintaan perhitungan ulang.
Meski begitu, dimuat
CNN pada Kamis (5/11), kubu petahana itu juga terlihat masih berharap dengan perolehan suara di tiga medan pertempuran utama, Pennsylvania (20 suara elektoral), Georgia (16 suara elektoral), dan Arizona (11 suara elektoral).
Jika Trump memenangkan ketiganya, maka ia mendapat 47 suara tambahan menjadi total 260.
Tetapi perolehan sementara saat ini menunjukkan Pennsylvania dan Georgia masih dipimpin oleh Presiden Donald Trump. Sementara Arizona dalam genggaman Joe Biden.
Walau begitu bukan tidak mungkin Arizona berbalik arah karena sejauh ini baru 86 persen suara yang terhitung dan selisih keduanya tidak begitu jauh, yaitu 50,5 persen melawan 48,1 persen.
Berbagai upaya dilakukan oleh tim legal Trump. Mantan Walikota New York City, Rudy Giuliani yang dipercaya untuk memimpin proses hukum Partai Republik telah mengajukan serangkaian gugatan untuk menghentikan proses perhitungan suara yang dianggap mereka ilegal. Ia juga mendesak diadakannya pemungutan suara ulang untuk sejumlah negara bagian.
Tetapi langkah Giuliani tidak memberikan hasil yang signifikan, bahkan cenderung diremehkan oleh sesama anggota partainya.
"Saya tidak mengerti bagaimana Rudy terus bermunculan," ujar seorang anggota Partai Republik.
Sampai saat ini, belum ada kandidat yang berhasil memenangkan 270 suara elektoral untuk melenggang masuk Gedung Putih.
BERITA TERKAIT: