Pengamat: Pemilihan Amy Coney Barrett Hingga Kritik Metode Surat Suara Jadi Strategi Trump Hadapi Kekalahan Saat Pemilu

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Kamis, 15 Oktober 2020, 14:52 WIB
Pengamat: Pemilihan Amy Coney Barrett Hingga Kritik Metode Surat Suara Jadi Strategi Trump Hadapi Kekalahan Saat Pemilu
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump/Net
rmol news logo Petahana, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dari Partai Republik tampaknya tengah membuat strategi yang apik untuk menghadapi kemungkinan kekalahannya saat pemilihan pada November.

Hal itu diungkap oleh Ketua Netfid Indonesia, Dahliah Umar dalam diskusi virtual bertajuk "Hak Politik, Isu Kewarganegaraan dan Ancaman Pandemi Covid-19" pada Kamis (15/10).

Dahliah mengatakan, saat ini Trump sedang menyiapkan kekuatan di Mahkamah Agung dengan memilih Amy Coney Barrett sebagai Hakim Agung, menggantikan Ruth Bader Ginsburg yang meninggal dunia bulan lalu.

Pemilihan Barrett sendiri akan menggoyang posisi Mahkamah Agung menjadi lebih berat ke arah Partai Republik, dengan perbandingan 6:3. Padahal, Mahkamah Agung merupakan lembaga yang sangat mempengaruhi politik di AS karena memiliki kekuasaan untuk judicial review.

"Menurut saya akan sangat berat jika ada judicial review, pemilihan pemilu kemudian nantinya diputuskan oleh Supreme Court," terang Alumni University of Nottingham itu.

Selain mempersiapkan basis kekuatan, Dahliah juga mengatakan, Trump saat ini tengah membangun skenario dengan memainkan narasi-narasi bahwa pemilihan melalui surat suara pos bisa menyebabkan kecurangan.

"Sekarang Donald Trump mengangkat isu kemungkinan surat suara palsu dikirimkan ke kantor pos, (walaupun) menurut saya itu sangat tidak masuk akal," lanjut pengamat politik AS itu.

"Satu satunya orang yang meragukan sistem pemilihan melalui surat suara adalah Donald Trump itu sendiri. Saya tidak pernah mendengar misalnya ada organisasi atau politisi yang kemudian mempertanyakan sistem ini," tambah Dahliah.

"Asumsi saya ini memang bagaimana cara dia berkampanye ya. Jadi menunjukkan banyak sekali kekacauan-kekacauan yang nanti kalau dia kalah dia bisa mengangkat kembali kekacauan-kekacauan itu sebagai faktor kekalahannya," pungkasnya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA