Desakan itu disampaikan Biden dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari ini, Rabu (14/10). Di mana mantan Wakil Presiden AS itu menyoroti gagalnya gencatan senjata yang telah disepakati antara Armenia dan Aerbaijan.
"Saya sangat prihatin dengan gagalnya gencatan senjata 10 Oktober dan dimulainya kembali pertempuran di dan sekitar Nagorno-karabakh," ujar Biden, seperti dikutip
Armen Press.
Menurut Biden, sejak pertempuran terbaru pecah pada 27 Oktober, pemerintahan Trump sangat pasif dan menghindari keterlibatan dalam eskalasi yang terjadi baru-baru ini di Nagorno-Karabakh. Padahal perseteruan tersebut sudah memakan banyak korban jiwa di kedua sisi.
"Baik Presiden Trump maupun Menteri Luar Negeri (Mike) Pompeo tidak melakukan satu panggilan telepon pun kepada para pemimpin Armenia dan Azerbaijan," tegasnya, sembari menekankan bahwa AS harus lebih terlibat melalui kerja sama dengan Eropa.
Biden juga menyoroti bagaimana keterlibatan Turki untuk mendukung Azerbaijan dalam konflik itu.
"(Pemerintahan Trump) harus berhenti memanjakan Ankara dan memberi tahu Turki dan Iran untuk menghindari konflik ini," kata Biden.
"Penyediaan senjata Turki ke Azerbaijan dan retorika permusuhan yang mendorong solusi militer adalah tidak bertanggung jawab. Resolusi diplomatik tidak akan mudah dicapai, tetapi pemerintahan Trump memiliki kewajiban untuk mencobanya. Ini harus dilakukan segera sebelum lebih banyak nyawa hilang dan konflik meluas," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: