Dilaporkan
Armen Press, pasukan Azerbaijan terus melancarkan serangan udara ke ibukota Artsakh atau Nagorno-Karabakh, Stepanakert pada Sabtu (10/10).
"Stepanakert kembali berada di bawah serangan dural," kata jurubicara Presiden Artsakh, Vahram Poghosyan, sembari mengatakan, sirene serangan udara telah dinyalakan.
Selain serangan udara, pada Minggu (11/10) sekitar pukul 3 dini hari, Stepanakert juga diserang dengan tembakan.
Selain Stepanakert, Poghosyan juga mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan dari penduduk Kota Martuna bawa kota mereka tengah diserang.
Koresponden
Armen Press menyebut, sirene serangan udara di sana mati, sementara bom terus menghujani sebanyak sekitar 6 hingga 7 kali.
"Azerbaijan baru saja meluncurkan dua serangan rudal ke Stepanakert. Apakah ini ditujukan untuk menjaga gencatan senjata?" ujar kelompok Pembela Hak Asasi Manusia Artsakh.
Berdasarkan hasil perundingan menteri luar negeri Armenia, Azerbaijan, dan Rusia, gencatan senjata atas nama kemanusiaan seharusnya dimulai pada 10 Oktober pukul 12 siang.
Gencatan senjata ditujukan untuk pertukaran tawanan dan tubuh korban di bawah mediasi Palang Merah Internasional. Namun, pasukan Azerbaijan dikabarkan melakukan upaya infiltrasi ke arah Hadrut.
BERITA TERKAIT: