Kesepakatan itu dicapai usai pertemuan Wakil Perdana Menteri Kuba Ricardo Cabrisas dan Wakil Kepala Pemerintahan Rusia Yuri Borisov. Keduanya setuju untuk mengadakan sesi baru komisi antar pemerintah sebelum akhir tahun 2020 dan untuk segera mengadakan Kelompok Kerja persiapan untuk acara tersebut.
Keduanya mengadakan pertukaran yang jujur ​​dan ramah, sebagai bagian dari hubungan politik yang sangat baik yang terjalin antara kedua negara, berdasarkan konsensus yang dicapai sejak kunjungan Presiden Vladimir Putin ke Havana pada 2014, seperti dikutip dari
PL Jumat (25/9).
Menurut siaran pers dari Kedutaan Kuba di Rusia, keadaan ekonomi, komersial, keuangan, dan hubungan kerjasama, saat ini ditinjau untuk kebutuhan meningkatkan proyek-proyek prioritas yang sedang dilaksanakan antara kedua belah pihak.
Sehubungan dengan itu, Cabrisas dan Borisov bersuara untuk terus maju di semua bidang yang menjadi kepentingan bersama kedua negara dalam kondisi sulit saat ini.
Cabrisas memberikan informasi terperinci tentang situasi ekonomi Kuba yang kompleks saat ini. Adanya pengetatan blokade ekonomi, komersial, dan keuangan oleh AS, yang sangat tidak adil yang belum pernah terjadi sebelumnya. Serta situasi yang semakin diperburuk akibat efek yang disebabkan oleh pandemik Covid-19.
Dalam kesempatan tersebut Cabrisas menjabarkan langkah-langkah yang diambil Kuba untuk mencapai pemulihan ekonominya, mempercepat peningkatan ekspor, substitusi impor, dan pengembangan program pangan dan energi, serta memajukan investasi asing di antara prioritas lainnya.
Sementara itu, Borisov menyampaikan ungkapan terima kasih Rusia kepada Sekretaris Pertama Komite Sentral Partai Komunis Kuba, Jenderal Angkatan Darat Raul Castro Ruz, dan kepada Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel Bermudez atas dukungan permanen negaranya terhadap jalannya kebijakan bersama di perkembangan hubungan internasional.
Pertemuan dihadiri oleh Wakil PM bersama dengan dubes Kuba untuk Rusia Julio Garmendia, Wakil Pertama Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Penanaman Modal Asing Ana Teresita Gonzalez Fraga, Direktur Jenderal Urusan Bilateral Kementerian Luar Negeri Emilio Lozada Garcia, direktur Bank Sentral Kuba Isaac Hernandez Perez, beserta sejumlah pejabat pemerintah lainnya.
BERITA TERKAIT: