Maroko Buka Ruang Dialog Perdamaian Untuk Dua Faksi Yang Bertikai Di Libya

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Selasa, 08 September 2020, 22:51 WIB
Maroko Buka Ruang Dialog Perdamaian Untuk Dua Faksi Yang Bertikai Di Libya
Delegasi dari dua faksi yang bertikai di Libya bertemu untuk membuka dialog di Kota Bouznika, Maroko/MAP
rmol news logo Kota Bouznika yang terletak di wilayah Casablanca-Settat, Maroko menjadi saksi bisu dari dialog perdamaian antara dua faksi yang bertikai di Libya.

Awal pekan ini (Senin, 7/9), delegasi dari faksi Dewan Tinggi Negara yang berbasis di Tripoli dan faksi parlemen yang berbasis di Tobruk, Libya kembali bertemu di Bouznika, Maroko.

Kedua belah pihak bertemu untuk membahas soal upaya mempertahankan gencatan senjata dan membuka negosiasi untuk mengakhiri konflik di Libya.

Sebagai informasi, sejak 2014, muncul faksi-faksi yang saling bertikai di Libya sebagai buntut dari kebuntuan politik di parlemen Libya. Ada faksi yang berbasis di ibu kota Tripoli, Libya barat dan ada juga faksi yang berbasis di Tobruk, Libya timur. Perselisihan itu menyebabkan terjadinya persaingan milisi dan suku untuk memperebutkan kekuasaan.

Pertemuan di Bouznika awal pekan ini merupakan pertemuan lanjutan dari sesi pertama pertemuan yang digelar pada akhir pekan lalu. Pada kesempatan itu, kedua belah pihak mengungkapkan keinginan mereka untuk mencapai konsensus yang akan mengakhiri penderitaan rakyat Libya.

Selain itu, mereka juga menyambut baik kesediaan Kerajaan Maroko untuk untuk menciptakan suasana persaudaraan yang sesuai sehingga dapat menemukan solusi untuk krisis Libya, mencapai mufakat, memastikan stabilitas politik dan ekonomi Libya, mengakhiri penderitaan rakyat Libya dan membuat kemajuan serta pembangunan kondisi yang kuat dan stabil di Libya.

Hal senada pun diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri, Kerjasama Afrika dan Maroko di Luar Negeri, Nasser Bourita dalam pembukaan dialog Libya. Dia menekankan bahwa baru-baru ini, muncul dinamika positif di Libya, terutama setelah gencatan senjata dan inisiatif yang ditunjukkan oleh faksi-faksi di Libya.

Menurutnya, dinamika positif itu kemungkinan besar akan mempersiapkan landasan untuk bergerak maju menuju solusi untuk krisis Libya.

Pada kesempatan yang sama, Bourita juga menegaskan bahwa penyelesaian krisis Libya didasarkan pada tiga prinsip fundamental, yaitu patriotisme Libya, keyakinan bahwa penyelesaiannya hanya bisa politis dan kepercayaan pada kapasitas Dewan Tinggi Negara Libya dan Dewan Perwakilan Rakyat Libya, sebagai lembaga yang sah yang mampu mengatasi kesulitan dan terlibat dalam dialog untuk Libya dan kepentingan negara.

Dialog dua faksi Libya di Maroko ini terselenggara beberapa minggu setelah kunjungan Presiden Dewan Tinggi Negara Libya, Khaled Al Mechri ke Maroko, dan Ketua Parlemen Libya, Aguila Salah, menyusul undangan dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Maroko.

Pertemuan ini juga mengikuti kunjungan ke Maroko dari Penjabat Perwakilan Khusus dan Kepala Misi Dukungan PBB di Libya (UNSMIL), Stéphanie Williams, sebagai bagian dari konsultasi yang dilakukan dengan pihak Libya, serta dengan mitra regional dan internasional dalam rangka untuk menemukan solusi bagi krisis Libya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA