Andrews mengaku terpaksa untuk memperpanjang kuncian selama enam pekan di kota terbesar kedua di Australia tersebut karena masih dilakukannya penyelidikan kluster infeksi gelombang kedua.
"Saya minta maaf atas keadaan yang kita hadapi. Saya minta maaf atas kenyataan yang kita hadapi," ujarnya kepada wartawan pada Minggu (6/9), melansir
The Guardian.
"Saya ingin Natal yang senormal mungkin dan ini adalah satu-satunya cara agar kita bisa sampai pada titik itu," sambungnya.
Ia mengatakan, pembatasan tahap empat, termasuk jam malam, masih akan berlaku di Melbourne hingga 28 September. Sementara itu, khusus untuk jam malam dan pembatasan perjalanan akan berlaku hingga 26 Oktober.
Mengakui kegagalannya dalam menghentikan infeksi virus corona, Andrews mengatakan akan bertanggung jawab 100 persen.
"Berpura-pura itu sudah berakhir karena kita menginginkannya bukan sesuatu yang akan saya lakukan," tegasnya.
Jika Melbourne keluar dari
lockdown terlalu cepat, kata Andrews, pengorbanan yang dilakukan oleh lima juta orang untuk tinggal di rumah akan sia-sia.
Pada awalnya, kuncian di Melbourne akan berakhir pada 13 September. Namun terjadi peningkatan infeksi Covid-19 hingga menyebabkan 646 kematian hingga saat ini.
Andrews menegaskan, pelonggaran langkah-langkah pencegahan virus dapat dilakukan jika kasus harian turun menjadi rata-rata antara 50 hingga 30 infeksi per hari.
Selain itu, jika rata-rata kasus harian turun menjadi lima infeksi per hari, maka jam malam akan dicabut dan orang-orang diperbolehkan untuk keluar rumah.
BERITA TERKAIT: