Pesta pernikahan tersebut dihadiri oleh lebih dari 100 orang tamu sehinga berpotensi memicu orang untuk berkerumun di satu tempat. Hal itu melanggar protokol kesehatan dan pembatasan yang dibuat oleh Inggris untuk mencegah penularan virus corona atau Covid-19.
Dalam unggahan di Facebook, polisi Blackburn dan Darwen mengatakan petugas segera mendatangi pesta pernikahan itu setelah mendapatkan laporan dan memberikan penegasan pada pihak penyelenggara dan juga tamu yang hadir. Pesta itu pun dibubarkan tanpa ada insiden berarti.
"Ini jelas melanggar batasan lokal dan nasional yang membuat semua orang yang hadir dalam bahaya," begitu bunyi unggahan pihak kepolisian Blackburn, seperti dimuat
Daily Mail (Senin, 17/8).
Mereka menyebut bahwa insiden itu sangat mengecewakan dan meminta publik untuk terus bekerja sama dengan pihak berwenang untuk menjaga agar semua orang aman dari penularan Covid-19.
Sebagai efek jera, pihak kepolisian pun mendenda pihak penyelenggara karena telah menyalahi aturan.
Blackburn diketahui memiliki undang-undang penguncian lokal untuk mengekang peningkatan pesat kasus virus corona. Salah satu aturan yang dibuat adalah mencegah orang mengunjungi rumah tangga lain di rumah atau taman pribadi mereka.
Selain itu, resepsi pernikahan skala besar juga dilarang dan upacara pernikahan hanya diizinkan dengan maksimal 30 tamu.
BERITA TERKAIT: