
Otoritas Lebanon telah menahan 16 orang sebagai bagian dari penyelidikan ledakan di gudang pelabuhan Beirut yang mengguncang ibu kota. Informasi itu disampaikan seorang perwakilan pemerintah di pengadilan militer, Jaksa Penuntut Militer Fadi Akiki.
Kantor berita negara NNA melaporkan pada hari Kamis (6/8), bahwa Akiki mengatakan pihak berwenang telah memeriksa lebih dari 18 pejabat pelabuhan dan pabean, serta orang-orang yang bertanggung jawab atas atau terlibat dalam pekerjaan pemeliharaan di gudang yang menampung bahan peledak itu, seperti dikutip dari
Arab News, Jumat (7/8).
"Enam belas orang telah ditahan sebagai bagian dari penyelidikan," kata Akiki. Dia mengatakan penyelidikan terus berlanjut.
Akiki juga menyampaikan bank sentral telah memerintahkan pembekuan aset untuk tujuh pejabat pelabuhan dan bea cukai, termasuk Badri Daher, direktur jenderal otoritas bea cukai Lebanon.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Lebanon juga memberi waktu 4 hari kepada komite penyelidikan untuk menentukan penyebab ledakan itu.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.