Kota selatan di Bosnis ini terkenal dengan kompetisi penyelaman tinggi di Old Bridge-nya. Mereka akan terjun dari bangunan Jembatan Tua di zaman Ottoman yang terlihat anggun. Jembatan itu selesai dibangun antara 1566 atau 1567. Dari nama jembatan itulah asal nama Kota Mostar. Jembatan itu berdiri hingga dihancurkan oleh artileri Bosnia Kroasia pada masa perang Bosnia 1993. Dinyatakan sebagai Kawasan Warisan Dunia UNESCO, jembatan Stari Most dibangun kembali pada 2004.
Tradisi unik itu untuk memperlihatkan keberanian dan harga para laki-laki di Bosnia dan Herzegovina. Para pria menunjukkan keberanian dan kejantanannya dengan cara melombat dari jembatan di atas sungai yang tingginya 24 meter. Tradisi unik ini bahkan ternyata sudah dilakukan selama lebih dari 400 tahun.
Kontes tahunan ini adalah daya tarik wisata yang besar. Terjun dari jembatan juga merupakan ritual tradisional untuk pemuda setempat.
Lorens Listo, penyelenggara kompetisi selam dan pemenang terjun 13 kali, mengatakan jumlah kompetitor tidak turun secara signifikan karena banyak orang 'ingin' bersaing.
"Peserta memang tidak berkutang, tetapi para penonton menyusut dan tidak ada turis di kota itu," katanya dikutip dari
Reuters, Minggu (26/7). Ia menunjuk ke jalan-jalan kosong yang pada tahun-tahun sebelumnya dipenuhi dengan ribuan turis yang berbondong-bondong ke kota untuk menonton kontes.
Di bawah aturan protokol kesehatan untuk menekan penyebaran Covid-19, hanya 100 orang yang diizinkan untuk menonton kontes, dari platform berpagar di bawah jembatan putih yang melengkung di atas Sungai Neretva.
Beberapa ratus penonton menyaksikan dari jauh, mengikuti pedoman jaga jarak.
Setelah menjalani masa penguncian, Bosnia mulai membuka pembatasan pada akhir Juni. Namun lonjakan kasus malah terlihat sejak beberapa hari pembukaan.
Bosnia melaporkan 10.334 kasus virus corona pada Minggu (26/7), hampir 5.000 dalam tiga minggu terakhir, dan 287 kematian.