Covid-19, Kisah Pilu Orang-orang Di Alexandra: Kami Kelaparan Sekarang

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Selasa, 05 Mei 2020, 14:35 WIB
Covid-19, Kisah Pilu Orang-orang Di Alexandra: Kami Kelaparan Sekarang
Kota Alexandra, Afrika/Net
Kecil Besar
rmol news logo Puluhan orang berkumpul di sebuah ladang di luar titik distribusi makanan, di Kota Alexandra, demi untuk mendapatkan makanan.

Alexandra adalah kota yang kumuh, sebuah lingkungan miskin di pinggiran kota terbesar Afrika Selatan, Johannesburg.

Seorang warga ikut antrian di sana. Berharap namanya tertera dalam daftar penerimaan bantuan.

"Jika Anda lapar, mudah sakit karena stres dan segalanya," dia berkata, mengutip sebuah laporan CBS News. Dia ikut antri setidaknya setiap hari dalam dua minggu ini.

"Untuk mendapatkan makanan, nama Anda harus ada dalam daftar dan, sejauh ini, meskipun sudah mendaftar berkali-kali, nama Anda belum," katanya bercerita.

Ia bekerja sebagai petugas pengiriman, tetapi wabah virus corona dan penguncian membuat pendapatannya menjadi sangat kecil.

Anak-anaknya biasa makan dua kali sehari di sekolah, tetapi sekolah tutup sekarang. Setiap kali ia pulang ke rumah, ia selalu membawa kabar buruk bagi mereka, sebab ia tak membawa apa pun yang bisa dimakan.

Pandemi virus corona telah membuat dunia mengalami krisis kelaparan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Program Pangan Dunia PBB (WFP) telah memperingatkan bahwa pada akhir tahun, lebih dari 260 juta orang akan menghadapi kelaparan, dua kali lipat angka tahun lalu.

Direktur WFP David Beasley, mengatakan dunia menghadapi banyak krisis  kelaparan yang sangat.

"Dalam skenario terburuk, kita bisa melihat kelaparan telah terjadi pada puluhan negara."

Harga minyak jatuh, pariwisata mengering, dan pengiriman uang ke luar negeri, pekerja asing yang mentransfer uang ke keluarga mereka di negara lain, yang menjadi sandaran banyak orang untuk bertahan hidup, diperkirakan akan menurun tajam.

"Ada bahaya di depan mata. Saat ini ada banyak orang meninggal akibat dampak ekonomi Covid-19, daripada dari virus itu sendiri," kata Beasley.

Lembaga Penelitian Kebijakan Makanan Internasional yang berbasis di Washington, mengingatkan, jika PDB global turun 5 persen karena pandemi, maka ada 147 juta orang lagi bisa jatuh ke dalam kemiskinan ekstrem.

Lebih dari setengah dari orang-orang itu, sekitar 79 juta, tinggal di Afrika sub-Sahara, 42 juta lainnya berada di Asia Selatan, menurut David Laborde Debucquet, seorang peneliti senior di IFPRI.

Orang-orang miskin dengan penghasilan di bawah 1,90 dolar AS sehari, pada dasar berada dalam bahaya kelaparan.  

"Ini akan lebih memengaruhi kaum miskin kota. Dalam beberapa dekade terakhir, kita telah menyaksikan urbanisasi yang sangat cepat di kedua wilayah ini,"  kata Debucquet kepada Thomson Reuters Foundation, seperti dikutip dari CBS News.

Nampak seorang wanita berusia 39, yang tinggal di kota Diepsloot, Afrika Selatan, menunggu sumbangan makanan selama tiga minggu, untuk anak dan suaminya. Mereka belum bisa mendapatkan kebutuhan makanan sejak pemberlakuan penguncian. Penghasilan pun tidak ada.

"Saya sudah mendaftar (permohonan bantuan) secara online dan melalui telepon, dan saya menulis di kertas-kertas dari jalan, dan saya datang ke sini, di klinik, dan mendaftar, tetapi tidak ada...," katanya kepada CBS News.
Ketika dia berhasil sampai ke truk distribusi makanan, ternyata dia sudah kehabisan.

"Anak-anak tidak bersekolah dan pendidikan semakin rendah. Kami berjuang untuk mendapatkan uang, tapi saat pandemik ini saya tidak bisa mendapatkan apa-apa..." Dia terlihat lemah dan hampir menangis. "Aku kelaparan sekarang. Aku tidak punya apa-apa."

Dia berkata akan kembali ke tempat bantuan makanan besok, mencoba mendapatkan sesuatu untuk menjaga keluarganya tetap hidup.

"Aku takut sakit, dan aku takut kelaparan," katanya. rmol news logo article

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA