COVID-19

Waswas Virus Corona, Bos Mafia Italia Dibebaskan Dari Penjara

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Minggu, 26 April 2020, 17:04 WIB
Waswas Virus Corona, Bos Mafia Italia Dibebaskan Dari Penjara
Polisi Italia/Net
rmol news logo Sejumlah bos mafia di Italia dibebaskan dari penjara di bawah peraturan baru terkait pandemi virus corona atau Covid-19.

Jaksa penuntut anti-mafia Italia, Federico Cafiero De Raho menjelaskan, mereka yang dibebaskan adalah Francesco Bonura bos berpengaruh di Sisilia Cosa Nostra, Vincenzo Iannazzo seorang anggota mafia Ndrangheta dan Pasquale Zagaria seorang anggota klan Casalesi.

Sebenarnya, bos mafia tersebut tidak bebas sepenuhnya, melainkan dipindahkan menjadi tahanan rumah.

Untuk diketahui bahwa demi mencegah penyebaran virus corona di dalam fasilitas tahanan, pemerintah Italia memberi wewenang kepada hakim untuk memindahkan narapidana yang memiliki sisa hukuman 18 bulan atau kurang dari penjara ke tahanan rumah.

Namun hal tersebut agaknya tidak berlaku dalam pembebasan ketiga bos mafia tersebut.

Cafiero De Raho mengatakan, ketiga bos mafia itu dipindahkan ke tahanan rumah di bawah langkah-langkah isolasi tambahan untuk menghindari kontak dengan orang-orang di luar penjara karena peran yang mereka miliki dalam organisasi mafia.

Bonura dijatuhi hukuman 23 tahun penjara karena tuduhan terkait dengan perannya dalam organisasi mafia. Dia sejauh ini hanya menjalani sembilan bulan penjara.

Sementara itu Iannazzo dijatuhi hukuman lebih dari 14 tahun penjara pada tahun 2018 karena dituduh sebagai kaki tangan sindikat mafia. Dia juga dikenal sebagai pemimpin klan yang kuat di kota Lamezia Terme.

Sedangkan Zagaria ditangkap pada 2007 dan dijatuhi hukuman 20 tahun penjara sebagai anggota organisasi mafia. Dia dianggap sebagai otak finansial di belakang klan Casalesi.

Pembebasan mereka disambut kritik pedas dari banyak pihak di Italia.

"Itu gila," kata pemimpin partai oposisi Italia Lega, Matteo Salvini dalam sebuah video Facebook.

"Itu kurang menghormati orang, hakim, jurnalis, polisi dan korban mafia," sambungnya.

Sementara itu, Menteri Kehakiman Italia Alfonso Bonafede mengatakan bahwa keputusan untuk membebaskan para tahanan diambil oleh para hakim dengan cara yang mandiri.

Sang jaksa penuntut, Cafiero De Raho memiliki sikap sendiri mengenai pembebasan ketiga bos mafia tersebut.

"Pada saat krisis ini, organisasi mafia dapat menyusup lebih jauh ke kehidupan ekonomi, terutama dengan mendukung atau bahkan mengakuisisi bisnis dalam kesulitan keuangan yang tidak dapat mengakses bantuan publik dan karena itu wajib beralih ke sumber kredit alternatif, yaitu dari organisasi kriminal," kata Cafiero De Raho, seperti dimuat CNN (Minggu, 26/4). rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA