Mereka protes atas penetapan karantina yang dianggap telah membatasi segala gerak mereka termasuk hilang pekerjaan dan penghasilan mereka.
Penduduk Vladikavkaz, ibukota wilayah Ossetia Utara itu menuntut penjelasan dan informasi yang lebih rinci tentang langkah-langkah yang diambil oleh otoritas lokal untuk membendung penyebaran virus, melansir Anadolu, Senin (20/4).
Pengunjuk rasa merangsek hingga ke alun-alun kota. Aparat kepolisian mencoba membubarkan, namun massa melemparinya dengan batu.
Vladikavkaz ricuh selama beberapa jam sampai akhirnya unjuk rasa itu diamankan oleh prajurit Garda Nasional Rusia.
Pada 25 Maret lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin memperpanjang masa karantina dan pembatasan pergerakan hingga 30 April. Semua orang diminta diam di rumah dan segala pusat hiburan serta bisnis ditutup.
Penguncian juga terjadi si wilayah Moskow dan St. Petersburg.
Penatapan aturan ini dinilai sangat merugikan warga. Warga menuntut pemerintah mengkaji lagi aturan tersebut karena mereka butuh kejelasan.
Angka kasus virus corona di Rusia kini mencapai 47.121 per hari Senin (20/4), dan angka kematian mencapai 405.