Demikian yang disampaikan oleh CEO perusahaan farmasi asal Inggris, GlacoSmithKline (GSK), Emma Walmsley pada Rabu (15/4).
Walmsley mengatakan, GSK dan Sanofe pada Selasa akan mengembangkan vaksin untuk melawan serangan virus corona baru yang menyebar cepat. Ia berharap bisa memulai uji klinis untuk vaksin tersebut pada paruh kedua tahun ini.
Jika berhasil, vaksin untuk SARS-CoV akan tersedia pada semester kedua 2021.
"Dunia pasti akan membutuhkan lebih dari satu vaksin ketika anda memikirkan permintaan dalam krisis kesehatan global yang sangat menantang ini," katanya kepada BBC Radio seperti dimuat
CNA.
"Biasanya diperlukan satu dekade, kadang-kadang bahkan lebih, untuk mengembangkan vaksin tetapi jelas kita berada dalam situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya, kebutuhan sangat mendesak. Kami bermitra dengan regulator untuk mencoba dan pergi secepat yang kami bisa," tambahnya.
Adapun vaksin yang tengah dikembangkannya adalah dengan menggabungkan antigen S-protein Covid-19 Sanofi dan teknologi adjuvant pandemik GSK.