Minta Trump Jangan Politisasi Corona, WHO: Demi Tuhan, Apakah Ini Tidak Cukup?

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Kamis, 09 April 2020, 08:46 WIB
Minta Trump Jangan Politisasi Corona, WHO: Demi Tuhan, Apakah Ini Tidak Cukup?
Dirjen WHO, Tedros Adhanom Gebreyesus/Net
rmol news logo Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merespons pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut badan itu terlalu mendukung China, "China sentris".

Dalam unggahan di akun Twitternya pada Selasa (7/4), Trump mengatakan WHO telah gagal dan mengancam akan memotong dana bantuan dari AS.

"Untuk beberapa alasam sebagian besar didanai oleh Amerika Serikat, namun sangat China sentris," cuit Trump.

Merespons hal tersebut, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Gebreyesus pada Rabu (8/4) mendesak AS untuk bergabung dengan China untuk memerangi pandemik corona alih-alih melakukan permainan menyalahkan.

"Amerika Serikat dan China harus bersatu dan memerangi musuh yang berbahaya ini," kata Tedros dalam konferensi pers virtual di Jenewa seperti dimuat CNA.

"Fokus dari semua partai politik adalah untuk menyelamatkan rakyat mereka. Tolong jangan mempolitisasi virus ini," lanjutnya.

Tedros mengatakan, jika AS tidak ingin memiliki banyak korban kembali berjatuhan, maka mereka harus bekerja sama.

"Jika anda ingin memiliki lebih banyak kantong mayat, maka anda (bisa) melakukannya. Jika anda tidak ingin banyak kantong mayat, maka anda jangan mempolitisasinya," ucap Tedros.

"Demi Tuhan, apakah ini tidak cukup?" lanjut Tedros sembari mengutip angka kematian dan jumlah infeksi corona di dunia.

Berdasarkan data dari Universitas Johns Hopkins pada Kamis (9/4), jumlah infeksi virus corona di dunia sudah mencapai 1.513.358 kasus dengan 88.444 orang meninggal dunia. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA