Tiga orang yang meninggal dunia dikabarkan berada di prefektur Chiba, Gunma, dan Kanagawa yang mengelilingi Tokyo. Sementara seorang korban lainnya adalah seorang pria berusia 60 tahunan yang ditemukan tanpa tanda-tanda vital di sebuah apartemen yang banjir di Kawasaki.
Per hari ini (Minggu, 12/10), tercatat ada 17 orang yang masih dinyatakan hilang.
Bukan hanya itu, topan juga menyebabkan sekitar 80 orang lainya cedera dan lebih dari 270.000 rumah tangga kehilangan pasokan listrik.
Japan Times memuat, pada hari ini topan bergerak ke arah utara setelah sebelumnya hujan dan angin kencang yang dibawa telah melumpuhkan ibu kota, tokyo.
Sementara itu, menurut seorang penjaga pantai setempat, sebuah kapal kargo Panama dengan 12 anggota awak diyakini tenggelam di Teluk Tokyo. Tiga anggota kru diselamatkan pada hari Minggu pagi.
Pihak berwenang mengeluarkan saran dan perintah evakuasi untuk lebih dari enam juta orang di seluruh negeri ketika badai melepaskan hujan dan angin terberat dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut otoritas Jepang, topan tersebut bisa menjadi yang terkuat untuk melanda Tokyo sejak 1958. Pasalnya, topan membawa serta curah hujan yang memecahkan rekor di banyak daerah, termasuk kota resor populer Hakone, yang dihantam hujan 939,5 mm selama 24 jam.
Hagibis, yang memiliki arti "kecepatan" dalam bahasa Filipina Tagalog, mendarat di pulau utama Jepang Honshu pada Sabtu malam (11/10).
Pasca topan melanda, tidak lama setelah itu gempa berkekuatan 5,7 mengguncang Tokyo.
BERITA TERKAIT: