Penegasan itu dia sampaikan pada hari Selasa (1/10) setelah otoritas keamanan Mesir menangkap seorang mahasiswa asal Thailand karena diduga memiliki hubungan dengan ISIS.
Identitas mahasiswa itu belum dirilis kepada publik. Namun dia dikabarkan ditahan oleh pihak berwenang Mesir pada 24 September lalu di Kairo setelah sebuah video klip beredar online yang memperlihatkan dia menyuarakan dukungan untuk revolusi Islam dalam sebuah wawancara.
Bukan hanya itu, kedutaan besar Thailand di Kairo juga merilis keterangan yang mengatakan bahwa foto-foto yang diduga terkait dengan ISIS juga ditemukan di ponsel mahasiswa tersebut.
Wakil Perdana Menteri Thailand Prawit Wongsuwan kemudian, dalam kesempatan berbeda, menjelaskan bahwa mahasiswa itu sebelumnya pernah ditahan di Sudan dan pindah ke Mesir karena dia tidak dapat melanjutkan studinya di Sudan.
Prawit yang mengawasi badan-badan keamanan dan intelijen memastikan bahwa saat ini tidak ada kegiatan ISIS di Thailand.
Hal itu kembali ditegaskan oleh Perdana Menteri Prayuth. Dia menekankan bahwa Thailand tidak memiliki hubungan apapun dengan ISIS. Dia pun telah menginstruksikan lembaga terkait untuk mengikuti kasus ini dan memberikan bantuan kepada pelajar tersebut.
"Telah ada pemantauan konstan dan tidak ada hubungan di sini dengan kelompok asing mana pun," kata Prayuth, seperti dimuat
Reuters.
"Duta Besar Thailand di Kairo telah bertemu dengan wakil menteri luar negeri Mesir untuk meminta bantuan dan Mesir berjanji untuk menindaklanjuti kasus ini dan bekerja sama dengan Thailand, kami tidak akan meninggalkan siapa pun di belakang," tegasnya.
BERITA TERKAIT: