Bantahan itu dibuat setelah muncul laporan
BBC menemukan bahwa ratusan anak-anak dari kelompok etnis minoritas Uighur telah dipisahkan dari kedua orang tuanya, baik di kamp atau di penjara.
Laporan itu mengklaim memiliki bukti bahwa di satu kota mandiri Xinjiang saja, lebih dari 400 anak telah kehilangan kedua orang tua mereka karena pengasingan.
Pada saat yang sama, China telah meluncurkan kampanye besar-besaran untuk membangun sekolah asrama untuk anak-anak Uighur.
Para kritikus mengatakan, itu adalah upaya untuk mengisolasi anak-anak dari komunitas Muslim mereka.
Namun Liu membantah semua asumsi tersebut.
"Tidak ada pemisahan anak-anak dari orang tua mereka. Tidak sama sekali," kata Liu seperti dimuat
BBC (Minggu, 7/7).
"Jika Anda memiliki orang yang kehilangan anak-anak mereka, beri saya nama dan kami akan mencoba menemukan mereka," tegasnya.
BERITA TERKAIT: