Erdogan Geram, AS "Lembek" Ke Saudi Soal Pembunuhan Khashoggi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Senin, 04 Februari 2019, 22:58 WIB
Erdogan Geram, AS "Lembek" Ke Saudi Soal Pembunuhan Khashoggi
Khashoggi/Net
rmol news logo Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam Amerika Serikat karena tidak mengambil sikap lebih keras terhadap Arab Saudi atas pembunuhan wartawan senior Jamal Khashoggi, ketika dia menuntut jawaban dari kerajaan atas kasus itu.

"Saya tidak dapat memahami diamnya Amerika ketika serangan mengerikan itu terjadi, dan bahkan setelah anggota CIA mendengarkan rekaman yang kami berikan," kata Erdogan dalam sebuah wawancara yang disiarkan oleh stasiun penyiaran negara TRT dan dimuat ulang Al Jazeera awal pekan ini.

"Kami ingin semuanya diklarifikasi karena ada kekejaman, ada pembunuhan," tambahnya sambil menekankan bahwa pembunuhan yang terjadi bukanlah pembunuhan biasa.

Erdogan telah lama bersikeras bahwa perintah untuk membunuh Khashoggi di konsulat kerajaan di Istanbul empat bulan lalu berasal dari tingkat tertinggi pemerintah Saudi.

Dalam wawancara itu, Erdogan mengatakan pembunuhan itu direncanakan oleh 22 orang, 15 di antaranya tiba di Istanbul dengan dua pesawat dan mengunjungi konsulat pada hari pembunuhan itu.

"Apa yang mereka (Arab Saudi) katakan adalah 22 orang ditangkap sekarang. Meskipun demikian, kami memiliki beberapa informasi. Mereka mungkin telah mengeluarkan beberapa dari mereka. Mereka mungkin menjadi korban kecelakaan lalu lintas. Karena sistem di sana bekerja sangat aneh," tambahnya. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA