Hal itu diungkap oleh seorang jurubicara Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada Senin (24/12). Penandatanganan tersebut merupakan tindak lanjut dari keputusan Presiden Donald Trump pekan lalu.
"Perintah eksekusi Suriah telah ditandatangani," kata jurubicara Departemen Pertahanan itu seperti dimuat
Reuters.
Untuk diketahui, Trump pekan lalu membuat keputusan kontroversional untuk menarik sekitar 2.000 tentara Amerika Serikat di Suriah. Langkah itu diklaim karena Amerika Serikat telah berhasil menjalankan misi melawan kelompok militan ISIS.
Keputusan Trump mengejutkan, bukan hanya untuk dunia internasional, melainkan juga untuk sekutunya dan orang di lingkaran dalamnya, termasuk Mattis.
Mattis yang menentang langkah Trump, memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Dia akan resmi berhenti menjabat sebagai Menteri Pertahanan Amerika Serikat pada Februari 2019.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: