Dalam pidatonya, Kaisar mengaku sangat senang dengan fakta bahwa Jepang selama masa kekuasaannya telah berlalu tanpa Jepang terlibat lagi dalam perang.
Dikabarkkan
Reuters, dia menjadi emosional ketika dia mengucapkan terima kasih kepada orang-orang Jepang dan istrinya Permaisuri Michiko atas dukungan mereka.
Dalam pidatonya yang singkat, Kaisar Akihito juga menyampaikan belasungkawa dan simpati kepada Jepang yang telah kehilangan anggota keluarga atau menderita kerusakan. Dia merujuk pada sejumlah bencana yanjg terjadi tahun ini seperti gempa bumi, badai hebat, dan gelombang panas.
Akihito adalah Kaisar hidup pertama yang melepaskan tahta dalam hampir 200 tahun terakhir di Jepang.
Meskipun posisinya seremonial dan dia tidak memiliki kekuatan politik, Akihito telah menghabiskan banyak masa pemerintahannya untuk menyebarkan kesadaran akan tindakan Jepang selama Perang Dunia Kedua di bawah kekuasaan ayahnya, Kaisar Hirohito.
Dia telah menyatakan penyesalan atas tindakan militer Jepang di Cihuba dan semenanjung Korea, dan juga telah mengunjungi beberapa medan perang Pasifik untuk menghormati mereka yang tewas.
Kaisar, yang telah menjalani operasi jantung dan perawatan untuk kanker prostat, diketahui akan turun tahta dan digantikan oleh putra sulungnya, Putra Mahkota Naruhito pada bulan April mendatang.
[mel]
BERITA TERKAIT: