Pembentukan badan-badan baru ini dilakukan di tengah kemarahan internasional atas kasus pembunuhan wartawan senior Jamal Khashoggi.
Pihak kerajaan mengatakan bahwa Khashoggi meninggal di dalam konsulat Istanbul pada 2 Oktober dalam sebuah "operasi jahat" yang dipimpin oleh wakil kepala intelijen Ahmad al-Assiri dan penasihat istana kerajaan Saud al-Qahtani.
Raja Salman kemudian memerintahkan restrukturisasi badan intelijen utama di bawah pengawasan putranya, Putra Mahkota Muhammad bin Salman, yang telah menghadapi kecaman global atas pembunuhan wartawan tersebut.
Dikabarkan
Al Jazeera (Jumat, 21/12), Sebuah komite yang dipimpin oleh Putra Mahkota telah menyetujui pembentukan tiga departemen untuk memastikan operasi intelijen sejalan dengan kebijakan keamanan nasional, hukum hak asasi manusia internasional dan prosesur yang disetujui.
Meski begitu, pernyataan itu tidak menyebutkan soal kasus Khashoggi.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: