Meski pemerintah Saudi kerap kali membantah keterlibatan putra mahkota dalam kasus itu, namun kecaman global atas pembunuhan Khashoggi telah mengurangi pengaruh putra mahkota dan mengurangi keinginan Saudi untuk upaya kebijakan luar negeri yang berisiko, termasuk menjalin komunikasi dengn Israel.
Begitu kata sejumlah sumber yang dekat dengan isu tersebut seperti dikabarkan
Wall Street Journal (Rabu, 19/12).
"Semuanya telah mendingin tepat setelah pembunuhan Khashoggi," kata seorang pejabat senior pemerintah Saudi anonim.
"Hal terakhir yang diinginkan kerajaan adalah agar ini muncul sekarang dan menyebabkan reaksi lain," tambahnya seperti dimuat ulang
Al Jazeera.
Arab Saudi sendiri diketahui tidak secara resmi mengakui Israel. Namun, beredar kabar beberapa waktu lalu bahwa sang penerus takhta, Putra Mahkota Mohammed bin Salman berupaya memperbaiki hubungan dengan Israel dengan dukungan Amerika Serikat.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.