Pencabutan keputusan ini diambil setelah pertimbangan luas selama pembicaraan darurat dengan pejabat Unicef.
"Pertemuan itu mendesak perwakilan Unicef ​​untuk memastikan mereka berbagi informasi dengan pihak berwenang yang relevan setiap kali induksi atau pelatihan staf baru sedang dilakukan," begitu keterangan yang dirilis militer Nigeria seperti dimuat
BBC (Sabtu, 15/12).
Pernyataan itu datang hanya beberapa jam setelah militer menuduh agen PBB tersebut melakukan aksi mata-mata untuk mendukung pemberontak dan simpatisan mereka.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: