Meski ada indikasi dan penilaian CIA soal kaitan pembunuhan tersebut dengan kerajaan Saudi, namun Trump menolak berkomentar soal apakah putra mahkota terlibat dalam pembunuhan itu.
"Dia pemimpin Arab Saudi. Mereka telah menjadi sekutu yang sangat baik," kata Trump dalam sebuah wawancara di Oval Office.
Ditanyakan apakah Trump berdiri di sisi kerajaan Saudi dalam kasus itu, Trump tegas menjawab iya.
"Ya, pada saat ini, tentu saja," tegasnya sambil menambahkan bahwa putra mahkota sudah dengan tegas menyangkal keterliatan dalam pembunuhan itu.
Trump diketahui telah mendapat kecaman keras dari sesama anggota Partai Republik di Senat mengenai masalah ini, terutama setelah Direktur CIA Gina Haspel memberi penjelasan kepada mereka. Bulan lalu, CIA menilai bahwa MBS memerintahkan pembunuhan.
"Anda harus buta tanpa sengaja untuk tidak sampai pada kesimpulan bahwa ini diatur dan diatur oleh orang-orang di bawah komando MBS," kata Senator Republik Lindsey Graham, seperti dimuat
Al Jazeera.
Kelompok bipartisan Senator juta memperkenalkan resolusi pekan lalu yang mengatakan MBS terlibat dalam pembunuhan itu.
[mel]