
Dua mantan eksekutif Ford di Argentina dijatuhi hukuman penjara karena dinilai berkolaborasi dengan rezim militer brutal negara itu pada tahun 1976-1983. Pada masa itu, Argentina mengalami apa yang disebuut dengan "Dirty War".
Dikabarkan
BBC, kedua bekas eksekutif itu adalah manajer pabrik Pedro Muller yang dijatuhi hukuman 10 tahun dan mantan kepala keamanan Hector Sibilla yang dijatuhi hukuman 12 tahun.
Mereka dinyatakan bersalah memberikan informasi tentang pemimpin serikat kiri yang kemudian diculik dan disiksa oleh rezim yang berkuasa. Hukuman penjara dijatuhkan oleh pengadilan di dekat ibu kota Buenos Aires pada hari Selasa (11/12).
Ini adalah pertama kalinya staf perusahaan multinasional telah dihukum karena kejahatan yang dilakukan selama masa kediktatoran.
Pengadilan menyatakan bahwa kedua orang itu adalah peserta yang diperlukan dalam perampasan kemerdekaan yang ilegal serta diperparah oleh penggunaan kekerasan dan ancaman dengan tujuan penganiayaan politik.
Diketahui bahwa pada periode Dirty War, setidaknya ada 30 ribu orang yang dibunuh oleh militer. Pembunuhan dilakukan terhadap mereka yang dianggap pembangkang oleh militer.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.