Mereka mendorong pemerintah Malaysia untuk menolak ratifikasi Konvensi Internasional yang didukung PBB tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial (ICERD). Konvensi ini mengecam diskriminasi dan menyerukan kepada negara-negara yang meratifikasinya untuk mengejar kebijakan penghapusan diskriminasi rasial dalam segala bentuk.
Untuk diketahui, pada 23 November lalu, Kantor Perdana Menteri Malaysia sebenarnya telah mengumumkan bahwa pemerintah Pakatan Harapan (PH) tidak akan meratifikasi ICERD seperti yang direncanakan, dan akan terus menegakkan Konstitusi Federal.
Namun kelompok-kelompok yang menentang ratifikasi ICERD mengumumkan bahwa mereka akan tetap melanjutkan demonstrasi yang direncanakan pada hari ini.
Aksi protes hari ini diikuti partai oposisi Organisasi Nasional Bersatu Bersatu (UMNO) dan Parti Islam Se-Malaysia (PAS), bersama dengan kelompok hak-hak Melayu Perkasa.
Mantan perdana menteri Najib Razak dan istrinya, Rosmah Mansor, juga berpartisipasi dalam aksi hari ini.
"Pemerintah Pakatan Harapan baru ini tidak meratifikasi ICERD, tetapi di lain waktu mereka bisa dipengaruhi oleh tekanan eksternal untuk melakukannya. Kami ingin mengirim pesan bahwa orang Malaysia akan tidak senang jika pemerintah setuju dengan ini," kata salah seoran partisipan PAS, Hasni Mohd Alim seperti dimuat
Channel News Asia. [mel]
BERITA TERKAIT: