Langkah ini diambil menyusul penerapan darurat militer yang dilakukan oleh pemerintah Ukraina awal pekan ini pasca perselisihan di Semenanjung Krimea.
Pembatasan itu diumumkan setelah Presiden Petro Poroshenko bertemu dengan pejabat tinggi keamanan negara itu, termasuk kepala penjaga perbatasan, di Kiev (Jumat, 30/11).
Dikabarkan
BBC, Poroshenko kemudian membuat keterangan di akun Twitternya terkait rencana tersebut. Dia mengatakan bahwa larangan itu dirancang untuk mencegah pembentukan "tentara swasta" di Ukraina.
Dia mengacu pada separatis yang didukung Rusia yang membentuk unit pada bulan April 2014 untuk melawan pasukan pemerintah Ukraina di timur Ukraina.
Meski begitu, pengecualian akan dibuat untuk kasus-kasus kemanusiaan, seperti mereka yang bepergian ke pemakaman.
Sementara itu, pihak Rusia mengatakan tidak merencanakan langkah-langkah balas dendam.
[mel]
BERITA TERKAIT: