Begitu data terbaru yang dirilis oleh badan stastistik Kanada pada Kamis (29/11).
Dalam data yang sama ditemukan bahwa peningkatan terbesar adalah kejahatan yang menargetkan Muslim. Sepanjang tahun 2017 terjadi sejumlah insiden yang menaretkan Muslim, yakni penembakan massal mematikan di sebuah masjid Quebec, diikuti oleh gerakan pemerintah untuk mempelajari Islamophobia yang itu sendiri memicu sentimen anti-Muslim.
"Kami terkejut dengan angka-angka itu," kata direktur eksekutif Dewan Nasional Muslim Kanada, Ihsaan Gardee seperti dimuat
Reuters.
"Peningkatan ini tidak terjadi dalam ruang hampa," tambahnya.
Sementara itu, anggota dewan kelompok advokasi Jaringan Anti Kebencian, Amira Elghawaby mengatakan, Kanada tidak kebal terhadap retorika yang datang dari Amerika Serikat.
"Ini adalah perbatasan yang keropos, bukan hanya untuk orang dan barang tetapi untuk ide," jelasnya.
Statistik yang diterbitkan Kamis termasuk kejahatan yang dilaporkan ke polisi yang bertekad untuk dimotivasi oleh kebencian terhadap kelompok yang dapat diidentifikasi.
[mel]
BERITA TERKAIT: