Begitu kata Presiden Rusia Vladimir Putin dalam forum investasi global di Moskow yang digelar hari ini (Rabu, 28/11).
"Menurut perkiraan WTO, pembatasan timbal balik yang baru-baru ini diberlakukan oleh negara-negara G20 mengurangi perdagangan global hampir 500 miliar dolar AS Adakah yang tertarik dengan ini, termasuk ekonomi besar seperti Amerika Serikat? Bagi kami ini menciptakan peluang-peluang tertentu," kata Putin, menjelaskan bahwa Rusia akan memasok kedelai ke China, dan bukan Amerika Serikat.
"Amerika Serikat dipasok dalam jumlah besar, sekarang kami akan mengantarkan. Kami setuju dengan teman-teman China kami bahwa kami akan menyediakan daging unggas dan beberapa barang lainnya. Namun faktanya, orang Amerika sendiri secara sukarela meninggalkan pasar ini, pasar yang sangat besar," sambungnya seperti dimuat
Russia Today.
Amerika Serikat dan China diketahui terlibat dalam kebuntuan atas neraca perdagangan, rahasia teknologi dan akses pasar sejak Mei lalu. Saat itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyetujui kenaikan tarif senilai miliaran dolar AS atas impor China.
Sejauh ini, Washington telah memberlakukan bea masuk atas barang-barang China senilai 200 miliar dolar AS. Sementara Beijing membalas dengan pungutan tarif 60 miliar dolar AS atas impor Amerika Serikat. China pun berhenti membeli minyak Amerika Serikat.
[mel]
BERITA TERKAIT: