Hewan-hewan itu ditemukan berserakan di bibir pantai oleh seorang pejalan kaki pada akhir pekan kemarin di sepanjang pantai Mason Bay.
Pihak berwenang mengatakan separuh paus sudah mati pada saat itu, sementara separuh lainnya dijatuhkan karena akan terlalu sulit untuk menyelamatkan mereka.
Dalam insiden terpisah, 12 paus pygmy dan paus sperma juga terdampar di Selandia Baru selama akhir pekan.
Kelompok paus pilot tersebut terdampar di dua polong sekitar 2 km terpisah di pantai terpencil di Rakiura atau Pulau Stewart di lepas pantai Pulau Selatan.
"Sayangnya, kemungkinan untuk berhasil melepaskan kembali paus yang tersisa sangat rendah," kata Ren Leppens dari Departemen Konservasi regional (DOC).
"Lokasi terpencil, kurangnya personil di dekatnya dan kondisi ikan paus yang memburuk berarti hal yang paling manusiawi lakukan adalah melakukan euthanasia," jelasnya.
"Namun, itu selalu merupakan keputusan yang menghancurkan hati," tambahnya seperti dimuat
BBC.
DOC mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa paus terdampar bukan hal yang jarang terjadi di Selandia Baru. Ada sekitar 85 insiden per tahun.
[mel]