Kunjungan itu adalah bagian dari tur pertama Putra Mahkota ke luar negeri pasca kasus pembunuhan wartawan senior Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul awal Oktober lalu.
Seorang juru bicara pemerintah Tunisia, mengkonfirmasi kunjungan MBS akan dilakukan pekan depan, tanggal 27 November.
MBS tiba di Abu Dhabi pada Kamis malam kemarin (22/11) dan akan mengunjungi negara-negara lain di kawasan itu, termasuk Bahrain dan Mesir.
MBS juga akan menghadiri KTT G20 di Argentina pada akhir bulan ini, di mana ia kemungkinan akan berhadapan langsung dengan para pemimpin dunia, termasuk Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, yang secara implisit menuduh putra mahkota berada di balik pembunuhan itu.
Pengadilan Kerajaan Saudi mengatakan bahwa tur itu memutuskan pada arahan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud, dan bahwa itu bertujuan untuk memperkuat hubungan kerajaan regional dan internasional.
Namun ada rencana protes di Tunisia menjelang kedatangan MBS. Menurut aktivis Tunisia dan mantan pemimpin partai al-Irada Tarek Kahlawi, ratusan orang diperkirakan akan berkumpul di depan istana presiden di Carthage, bersamaan dengan kedatangan putra mahkota.
"Sungguh memalukan bahwa Tunisia, yang telah menyaksikan transisi demokrasi dan revolusi melawan tirani dan kediktatoran, akan menerima seorang penjahat yang tangannya diwarnai dengan darah orang-orang Saudi dan Yaman," katanya kepada
Al Jazeera.
Kahlawi menjelaskan bahwa tenda protes adalah inisiatif kewarganegaraan.
[mel]
BERITA TERKAIT: