Boyle yang tiba di Kanada Jumat malam (13/10) waktu setempat segara memberikan pernyataan ke wartawan setempat yang menantinya di bandara.
Ia tiba bersama dengan istrinya yang adalah warga negara Amerika Serikat Caitlan Coleman, dan tiga anaknya yang masih kecil.
Mereka berhasil diselamatkan pada Rabu kemarin setelah diculik saat melakukan perjalanan backpacking lima tahun lalu.
Dikabarkan
Associated Press, Boyle menyebut bahwa pada saat itu ia berada di Afghanistan untuk membantu penduduk desa yang tinggal jauh di dalam Afghanistan yang dikuasai Taliban di mana tidak ada LSM, tidak ada pekerja bantuan dan tidak ada pemerintah yang berhasil berhasil membawa bantuan yang diperlukan.
Pada saat disandera, sang istri, Coleman tengah hamil dan melahirkan di dalam tahanan.
Boyle mengaku bahwa kelompok militan tersebut memperlakukan mereka secara tidak manusiawi. Mereka membunuh bayi perempuannya.
"Kebodohan dan kejahatan penculikan jaringan Haqqani terhadap seorang peziarah dan istrinya yang tengah hamil dan terlibat dalam membantu penduduk desa biasa di daerah yang dikuasai Taliban di Afghanistan, terhalang hanya oleh kebodohan dan kejahatan karena mengizinkan pembunuhan anak perempuan saya," katanya.
Bukan hanya itu, ia juga menyebut bahwa militan kelompok tersebut telah memperkosa istrinya selama mereka ditahan. Boyle mengatakan istrinya diperkosa oleh seorang penjaga yang dibantu oleh atasannya.
[mel]
BERITA TERKAIT: