Begitu penegasan dari Pimpinan Militer Myanmar Senior General Min Aung Hlaing kepada Duta Besar Amerika Serikat Scot Marciel pekan ini.
"Orang-orang Bengali tidak dibawa ke negara itu oleh Myanmar tapi oleh penjajah," katanya kepada Marciel seperti dikabarkan
Al Jazeera hari ini (Kamis, 12/10).
Min Aung Hlaing, merujuk Rohingya dengan istilah "Bengali" yang berkonotasi penghinaan. Ia menyebut bahwa penjajah Inggris bertanggung jawab atas masalah tersebut.
"Mereka bukan penduduk asli dan catatan membuktikan bahwa mereka bahkan tidak disebut Rohingya tapi hanya orang Bengali selama masa penjajahan," tegasnya.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.