Partai Venstre liberal, anggota senior koalisi yang berkuasa, telah mengumumkan dukungannya atas larangan mengenakan burqa di tempat-tempat publik setelah sebuah pertemuan partai yang didedikasikan untuk masalah tersebut pada hari Jumat (6/10).
"Larangan penutup wajah yang akan datang akan mendapat dukungan dari Venstre," kata juru bicara partai liberal tersebut, Jakob Ellemann-Jensen dalam sebuah siaran di radio Denmark, DR seperti dimuat ulang
Russia Today.
Ia menegaskan bahwa ini bukan larangan yang ditetapkan untuk agama, namun hanya burqa dan niqab.
Sebelumnya, beberapa anggota partai tingkat tinggi, termasuk wakil pemimpinnya, Kristian Jensen, dan Menteri Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Tinggi Soren Pind, menentang tindakan tersebut namun sekarang Ellemann-Jensen mengatakan bahwa partai tersebut "bersatu" dalam mendukung langkah tersebut.
Sementara itu, sikap anggota koalisi lainnya, Liberal Alliance (LA), juga berubah drastis. Partai yang menentang larangan tersebut bulan lalu, dengan alasan dapat mengisolasi wanita Muslim dan mencegah mereka meninggalkan rumah mereka sama sekali, sekarang juga mengatakan akan mendukung inisiatif tersebut.
Sebuah jajak pendapat baru-baru ini yang dilakukan oleh DR pada akhir September menunjukkan bahwa 62 persen penduduk Denmark mendukung larangan tersebut, sementara kurang dari satu dari empat yang menentangnya.
[mel]