Rencana pembangunan tempat penampungan atau shelter raksasa itu ditegaskan oleh Mofazzal Hossain Chowdhury Maya, Menteri Penanganan dan Penanggulangan Bencana Bangladesh pada Kamis (5/10). Ia menjelaskan bahwa shelter tersebut merupakan perluasan dari sebuah kamp pengungsi di Kutupalong dekat kota perbatasan Cox's Bazar.
Lahan seluas sekitar 790 hektar di samping kamp Kutupalong saat ini telah diisi oleh ribuan pengungsi Rohingya yang baru datang. Namun karena jumlah pengungsi semakin membludak, seiring kekerasan yang tidak juga berhenti di Rakhine Myanmar, maka pemerintah Bangladeh mempersiapkan lahan sekitar 400 hektar lainnya untuk pembangunan kamp baru tersebut.
Mofazzal lebih jauh menjelaskan bahwa semua pengungsi Rohingya pada akhirnya akan dipindahkan dari 23 kamp di sepanjang perbatasan dan kamp-kamp darurat lainnya di sekitar Cox's Bazar ke zona baru tersebut.
"Semua orang yang tinggal di tempat yang tersebar akan dibawa ke satu tempat. Itu sebabnya lebih banyak lahan dibutuhkan. Pelan-pelan semuanya akan datang," jelasnya seperti dimuat
The Guardian.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: