Danley yang ditanyai oleh FBI pada Rabu (4/10) mengaku bahwa dirinya sangat terkejut dengan kejadian tersebut.
"Tindakan kekerasan mengerikan yang tak terkatakan yang telah dilakukannya (Paddock)," kata Danley dalam pernyataan yang dibacakan pengacaranya, seperti dikabarkan
BBC.
Ia mengatakan bahwa Paddock tidak pernah mengatakan bahwa apapun soal rencana penyerangan tersebut. Karena itulah Danley tidak mengetahui apapun soal hal tersebut.
"Saya mencintainya dan berharap untuk masa depan bersama," sambung pernyataan yang sama.
Sejauh ini investigator masih belum bisa menemukan motif di balik serangan yang disebut sebagai yang paling mematikan dalam sejarag modern Amerika Serikat itu.
"Kami masih belum memahaminya sampai saat ini," kata Sheriff Joseph Lombardo.
Polisi hanya menemukan dugaan baru bahwa sebenarnya Paddock berencana untuk melarikan diri pasca serangan dan bukan membunuh dirinya sendiri. Namun belum dijelaskan lebih lanjut soal dugaan tersebut.
Fakta-fakta terbaru yang dirilis oleh Sheriff Joseph Lombardo adalah bahwa Polisi menemukan lebih banyak bahan peledak di mobil Paddock di hotel tersebut bersama dengan sekitar 1.600 amunisi.
Paddock juga diketahui bermain judi beberapa jam sebelum melakukan aksi kejinya tersebut.
[mel]