Bentrok, Universitas Top Di Kenya Ditutup

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Rabu, 04 Oktober 2017, 18:44 WIB
rmol news logo Universitas Nairobi ditutup menyusul serangkaian bentrokan kekerasan antara administrasi, mahasiswa dan polisi.

Universitas top di Kenya itu mengumumkan bahwa para mahasiswa universitas diberikan waktu kurang dari 12 jam untuk pindah dari sekitar area kampus.  Banyak dari mereka menolak untuk pergi sampai mereka mendapatkan biaya mereka kembali.

Banyak mahasiswa yang mengeluh soal penutupan universitas yang memiliki mahasiswa 82 ribu itu, terutama karena khawatir soal konsekuensi pada penelitian mereka.

Penutupan tersebut mengikuti keputusan wakil kanselir lembaga tersebut untuk memanggil polisi anti-huru hara ke kampus pada hari Kamis, saat para siswa mendemonstrasikan pembebasan seorang politisi oposisi yang dipenjarakan.

Petugas polisi bentrok dengan siswa dan puluhan lainnya cedera, menurut media setempat.

Pada hari Senin ada demonstrasi baru, kali ini untuk pengunduran diri wakil ketua universitas, Peter Mbithi. Beberapa jam kemudian akun Twitter-nya mengumumkan penutupan kampus yang merupakan salah satu yang tertua di Kenya. Demikian seperti dimuat Al Jazeera. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA