Begitu kata Menteri Dalam Negeri Arab Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Saud bin Nayef (Kamis, 28/9) dalam kicauan di Twitter.
Ia tidak membeberkan bukti ataupun landasan untuk mendukung klaimnya tersebut, namun menjelaskan bahwa wanita yang mengendarai mobil akan mengubah keselamatan lalu lintas menjadi praktik pendidikan.
"Wanita yang mengendarai mobil akan mengubah keselamatan lalu lintas ke praktik pendidikan yang akan mengurangi kerugian manusia dan ekonomi yang disebabkan oleh kecelakaan," tulisnya dalam bahasa Arab seperti dimuat
BBC.
Dia juga mengatakan pasukan keamanan negara itu siap menerapkan undang-undang lalu lintas kepada pria dan wanita.
Sebagaimana diketahui bahwa larangan pengemudi wanita di Arab Saudi akan resmi dicabut pada Juni tahun depan. Pengumuman itu dibuat oleh Raja Salman pada tanggal 27 September.
Arab Saudi sendiri memiliki tingkat kematian lalu lintas terburuk di dunia, dengan sekitar 20 korban yang dilaporkan meninggal setiap hari.
Sedangkan di Arab Saudi ada lebih dari 10 juta wanita dewasa, termasuk orang asing.
Statistik menunjukkan bahwa kenaikan jumlah mobil di jalan pasti menyebabkan kenaikan kecelakaan mobil. Di Amerika Serikat, misalnya, jumlah kendaraan meningkat sebesar 3,6 persen antara tahun 2014 dan 2016, dan kematian di jalan naik sebesar 13,6 persen pada saat bersamaan.
[mel]