Dua Perempuan Ini Bisa Bikin Partai Demokrat Berjaya Lagi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Selasa, 05 September 2017, 09:55 WIB
Dua Perempuan Ini Bisa Bikin Partai Demokrat Berjaya Lagi
rmol news logo Partai Demokrat tengah berusaha bangkit dan berjuang keras, sekeras mungkin, agar dapat merebut kembali tropi kemenangan dalam pemilu dan pilpres mendatang.

Masalahnya, siapa yang dapat dipercaya mengembalikan Partai Demokrat ke puncak kekuasaan?

Perubahan kepemimpinan di tubuh Partai Demokrat sangat dibutuhkan setelah kekalahan dalam Pilpres 2016 lalu. Salah satu penyebab dari kekalahan itu karena ketiadaan wajah-wajah baru di partai setelah Barack Obama.

Demikian dikatakan kolumnis The Hill, Michael Starr Hopkins, dalam tulisannya.

Obama memilih diam setelah menyelesaikan tugasnya sebagai presiden. Sementara dua tokoh Partai Demokrat di Kongres, Ketua Fraksi di DPR Nancy Pelosi dan Ketua Fraksi di Senat Charles Schumer dinilai tidak mampu mengisi kekosongan. Mereka berdua dianggap sulit menyatukan Partai Demokrat karena di masa primary election yang lalu sangat aktif membela Bernie Sanders yang moderat dan Hillary Clinton yang mewakili kaum mapan.
 
Pertarungan yang begitu keras antara Sanders dan Clinton di babak primary election ini menurut Hopkins memiliki kontribusi terhadap kekalahan Clinton ketika berhadapan dengan jago dari Partai Republik Donald J. Trump.

Untuk meenghadapi pertarungan politik di tahun 2020, Partai Demokrat perlu menata diri dan menjawab sejumlah pertanyaan kunci terutama tentang siapa figur yang bisa membawa partai berlambang keledai itu puncak kemenangan.

Kegagalan menentukan format kepemimpinan partai bisa membuat Partai Demokrat kembali terjungkal dalam Pilpres 2020, juga bisa membuat partai itu hanya menjadi partai kelas regional.

Hopkins di dalam artikelnya menyoroti dua politisi perempuan yang sedang naik daun. Menurut Hopkins, keduanya layak dijadikan pemimpin Partai Demokrat.

Kedua politisi perempuan itu adalah Senator dari Kalifornia Kamala Harris dan Senator dari New York Kirsten Gillibrand.

Baik Harris dan Gillibrand dipandang memiliki kemampuan menyatukan kembali partai yang sudah mengalami keretakan cukup serius itu. Keduanya mewakili wilayah yang begitu berbeda, satu dari upstate, dan satu dari downstate. Keduanya pun disebutkan memiliki perjalanan karier politik yang kurang lebih sama, sama-sama merangkak dari bawah sebagai pengacara sebelum akhirnya berkantor di Capitol Hill.  

Publik Amerika Serikat, khususnya kader dan pendukung Partai Demokrat, setelah ini akan memberikan perhatian yang lebih besar pada kedua sosok perempuan ini.

Dan bukan tidak mungkin, bila berhasil menempatkan salah satu dari keduanya sebagai pemimpin, Partai Demokrat bisa menjadi partai pertama di AS yang mengusung capres perempuan.

Ingat kata Jack Ma, pendiri raksasa bisnis Alibaba dari China, ini adalah abad perempuan. [dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA