Hal itu dilakukan menyusul adanya peringatan dari Korea Utara bahwa negara tersebut tengah mengkaji kemungkinan melancarkan serangan roket ke Guam, wilayah Amerika Serikat di Pasifik.
Gubernur Calvo menegaskan bahwa Guam sudah dibersiapkan untuk kemungkinan apapun yang kemungkinan terjadi.
"Guam adalah tanah Amerika. Kami bukan hanya instalasi militer," tegasnya seperti dimuat The Guardian.
Dalam sebuah pesan video online dia mengatakan bahwa dia telah diberitahu oleh departemen keamanan pertahanan dan tanah air AS bahwa tidak ada perubahan dalam tingkat ancaman.
Ancaman dari Korea Utara itu muncul setelah adanya ancaman dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut bahwa langkah apapun dari Korea Utara akan menimbulkan konsekuensi.
Bagi Korea Utara, Amerika Serikat semakin memperovokasi perang di kawasan Semenanjung Korea, terlebih setelah mengusung sebuah resolusi untuk memperberat sanksi ekonomi ke Korea Utara dengan menargetkan pemangkasan pendapatan Korea Utara dari ekspor.
[mel]
BERITA TERKAIT: