Akhir pekan kemarin, Reynaldo Parojinog, Waliota Ozamiz, sebuah wilayah di pulau Mindanao Filipina, ditembak mati oleh polisi karena memiliki hubungan dengan perdagangan narkoba ilegal.
Ia beserta istri dan 10 orang lainnya yang berada di rumah Parojinog tewas ditembak di lokasi oleh polisi yang menggerebek.
Kepala polisi provinsi Jaysen De Guzman menjelaskan bahwa polisi juga menemukan senapan, uang tunai dan obat-obatan terlarang di rumah tersebut.
Sebelum melakukan penggerebekkan, polisi memperlihatkan surat perintah penangkapan pada para penjaga di luar rumah. Namun hal itu justru disambut oleh tembakan dari para penjaga tersebut.
Namun seorang juru bicara Parojinog menyangkal bahwa telah terjadi baku tembak dan mengatakan bahwa kubu walikota tidak melepaskan tembakan.
Pasca penggerebekkan, putri Parojinog dan wakil walikota juga diamankan karena dinilai terkait pelanggaran narkoba.
Sedangkan juri bicara Duterte menegaskan bahwa walikota tersebut masuk daftar pejabat yang terkait dengan perdagangan narkoba di Filipina.
"Orang-orang Parojinog, jika Anda ingat, termasuk dalam daftar Presiden Duterte tentang orang-orang yang terlibat dalam perdagangan narkoba ilegal," jelas juru bicara Duterte, Ernesto Abella seperti dimuat
BBC.Dengan demikian, Parojinog menjadi walikota ketiga yang ditembak mati dalam upaya perang melawan narkoba.
[mel]
BERITA TERKAIT: