Merujuk pada pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Turki bahwa Yahudi harusnya menjalani warisan dari Kekaisaran Ottoman, yakni menghargai toleransi. Hal itu terkait dengan situasi yang memanas di situs suci umat Muslim di Yerusalem baru-baru ini.
Kementerian Luar Negeri Israel mengeluarkan pernyataan yang menyebut bahwa tidak masuk akal ketika pemerintah Turki, yang menduduki Siprus Utara, secara brutal menindas minoritas Kurdi dan memasukan wartawan ke penjara, memberi kuliah kepada Israel.
Ditambahkan bahwa masa-masa Kekaisaran Ottoman telah berlalu.
"Hari-hari Kekaisaran Ottoman telah berlalu. Yerusalem adalah, dan akan selalu menjadi ibu kota orang-orang Yahudi, "kata Kementerian Luar Negeri Israel.
"Mereka yang tinggal di istana kaca harus waspada terhadap lemparan batu," sambungnya seperti dimuat Russia Today.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: