Begitu bocoran dari pejabat Amerika Serikat anonim seperti dimuat Reuters akhir pekan ini.
Langkah Trump, sebutnya, menggulingkan kebijakan pendahulunya, Barack Obama yang membuka jalan menuju rekonsiliasi hubungan bilateral.
Disebutkan bahwa pembantu Trump hampir selesai meninjau hubungan dengan Kuba dan diharapkan mengirimkan rekomendasi ke tim keamanan nasionalnya dan kemudian ke presiden dalam beberapa hari mendatang.
Rencana untuk Trump untuk menggelar pendekatan barunya pada 16 Juni dalam sebuah pidato di Miami, di mana dia diprediksi akan mengklaim pemenuhan janji kampanye dan membenarkannya, setidaknya sebagian, mengenai hak asasi manusia.
Namun demikian, masih ada potensi penunddan pengumuman jika diperlukan waktu lebih lama bagi Trump untuk membuat keputusan akhir.
Sementara perubahan spesifik belum selesai, sumber mengatakan bahwa Trump kemungkinan akan mengungkap kemunduran sebagian daripada tindakan Obama secara keseluruhan, termasuk pemulihan hubungan dan pembukaan kembali kedutaan setelah terobosan diplomatik pada tahun 2014 dengan bekas musuh Perang Dingin Amerika.
Di antara opsi yang dipertimbangkan adalah melarang perusahaan AS melakukan bisnis dengan perusahaan Kuba yang terkait dengan militer dan peraturan pengetatan bagi orang Amerika yang bepergian ke sana.
Dalam surat yang dikirim ke Trump pada hari Jumat, tujuh dari rekan-rekannya Republik memperingatkan bahwa menghapuskan kebijakan Obama akan memberi insentif kepada Kuba untuk sekali lagi menjadi tergantung pada negara-negara seperti Rusia dan China.
Pejabat senior di Dewan Keamanan Nasional bertemu pada hari Jumat untuk mulai menyelesaikan daftar rekomendasi.
Perubahan Trump diperkirakan akan berhenti mematahkan hubungan diplomatik yang dipulihkan dua tahun lalu setelah lebih dari lima dekade mengalami permusuhan.
[mel]
BERITA TERKAIT: