Uni Eropa Khawatir Hasil Pemilu Inggris Ganggu Pembicaraan Brexit

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Jumat, 09 Juni 2017, 19:54 WIB
Uni Eropa Khawatir Hasil Pemilu Inggris Ganggu Pembicaraan Brexit
Theresa May/Net
rmol news logo Pemimpin Uni Eropa khawatir akan terjadi penundaan pembicaan Brexit pasca partai Perdana Menteri Inggris Theresa May gagal merebut posisi mayoritas dalam pemilu pekan ini.

Pembicaraan Brexit sendiri akan dimulai bulan ini dan bila ditundam maka hal itu meningkatkan risiko negosiasi yang gagal.

"Kami tidak tahu kapan perundingan Brexit dimulai. Kami tahu kapan harus diakhiri," kata Donald Tusk, ketua KTT Uni Eropa yang mengawasi negosiasi yang direncanakan Uni Eropa akan dimulai pada 19 Juni dalam akun Twitternya.

"Lakukan yang terbaik untuk menghindari 'tidak ada kesepakatan' sebagai hasil 'tidak ada negosiasi'," kata Tusk, menyerukan agar mendesak untuk mencegah risiko bahwa, setelah mengikat Inggris pada bulan Maret ke penghitungan mundur dua tahun ke Brexit.

Guenther Oettinger, anggota eksekutif Uni Eropa dari Jerman, memperingatkan bahwa kepemimpinan Inggris yang lemah merupakan masalah bagi Uni Eropa.

"Kami memerlukan sebuah pemerintahan yang dapat bertindak," katanya kepada stasiun radio Deutschlandfunk.
 
"Dengan mitra negosiasi yang lemah, ada bahaya bahwa negosiasi akan berjalan buruk," tambahnya seperti dimuat The Guardian. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA